Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 3367

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُطَرِّفٍ وَعَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ إِسْمَعِيلَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي الْمُهَاجِرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ مَنْ أَرَادَ أَنْ يُكْرَمَ دِينُهُ فَلَا يَدْخُلْ عَلَى السُّلْطَانِ وَلَا يَخْلُوَنَّ بِالنِّسْوَانِ وَلَا يُخَاصِمَنَّ أَصْحَابَ الْأَهْوَاءِ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah mengabarkan kepada kami Sa'id bin Al Mughirah[1] telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim[2] dari Muhammad bin Mutharrif[3] dan Abdul Aziz bin Isma'il bin Ubaidullah bin Abu Muhajir[4] dari Abdullah bin Mas'ud[5] radliallahu 'anhu ia berkata: "Barangsiapa ingin memuliakan agamanya, hendaknya ia tidak memasuki pintu penguasa, tidak berkhalwat dengan para wanita, serta tidak berbantah-bantahan dengan orang yang mengikuti nafsu".

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Sa'id bin Al Mughirah, Ash Shayyad Al Mushayshiy, Abu 'Utsman, Tabi'ul Atba' kalangan tua.
  2. [2] Al Walid bin Muslim, Abu Al 'Abbas, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 195 H, hidup di Syam, wafat di Dzimar atau Damsiq.
  3. [3] Muhammad bin Mutharrif bin Daud, At Taymiy Al Laitsiy, Abu Ghassan, Tabi'ul Atba' kalangan tua, hidup di Syam.
  4. [4] Abdul 'Aziz bin Isma'il bin 'Ubaidillah bin Abi Al Muhajir, Al Makhzumiy Ad Damsyiqiy, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, hidup di Syam.
  5. [5] Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, Al Hadzliy Al Madaniy, Abu 'Abdur Rahman, Ibnu Ummi 'Abd, Shahabat, wafat tahun 32 H, hidup di Kufah, wafat di Madinah.