Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 3367

أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أَبَانَ عَنْ يَعْقُوبَ الْقُمِّيِّ حَدَّثَنِي لَيْثُ بْنُ أَبِي سُلَيْمٍ عَنْ يَحْيَى هُوَ ابْنُ عَبَّادٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ إِنَّ الْفَقِيهَ حَقَّ الْفَقِيهِ مَنْ لَمْ يُقَنِّطْ النَّاسَ مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ وَلَمْ يُرَخِّصْ لَهُمْ فِي مَعَاصِي اللَّهِ وَلَمْ يُؤَمِّنْهُمْ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ وَلَمْ يَدَعْ الْقُرْآنَ رَغْبَةً عَنْهُ إِلَى غَيْرِهِ إِنَّهُ لَا خَيْرَ فِي عِبَادَةٍ لَا عِلْمَ فِيهَا وَلَا عِلْمٍ لَا فَهْمَ فِيهِ وَلَا قِرَاءَةٍ لَا تَدَبُّرَ فِيهَا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah mengabarkan kepada kami Isma`il bin `Aban[1] dari Ya'qub Al Qummi[2] ia berkata: telah menceritakan kepadaku Laits bin Abu Sulaim[3] dari Yahya Ibnu 'Abbad[4], dari Ali bin Abu Thalib[5] ia berkata: "Seorang yang benar-benar ahli fikih adalah yang tidak membuat manusia putus asa dari rahmat Allah, tidak memberi mereka rukhshah (keringanan) hingga tergelincir pada kemaksiatan kepada Allah, tidak membuat mereka merasa aman dari adzab Allah, dan tidak meninggalkan Al Qur`an karena membencinya beralih ke lainnya. Sesungguhnya tiada kebaikan dalam ibadah tanpa didasari ilmu padanya, tiada ilmu tanpa adanya kepahaman padanya, serta tiada bacaan tanpa adanya tadabur (usaha melakukan perenungan) padanya".

Hadits Terkait:

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. [1] Isma'il bin Abban, Al Warraq Al Azadiy, Abu Ishaq, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 216 H, hidup di Kufah.
  2. [2] Ya'qub bin 'Abdullah bin Sa'ad bin Malik, Al Asy'ariy Al Qummiy, Abu Al Hasan, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 174 H, hidup di Qirmisain, wafat di Qirqisiyah.
  3. [3] Laits bin Abi Sulaim bin Zunaim, Al Qurasyiy, Abu Bakar, Tabi'in (tdk jumpa Shahabat), wafat tahun 148 H, hidup di Kufah.
  4. [4] Yahya bin 'Abbad bin Syaiban, Al Anshariy As Sulamiy, Abu Hubairah, Tabi'in kalangan biasa, hidup di Kufah.
  5. [5] Ali bin Abi Thalib bin 'Abdu Al Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, Al Hasyimiy, Abu Al Hasan, Abu Turab, Shahabat, wafat tahun 40 H, hidup di Kufah, wafat di Kufah.