Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا حَسَنٌ قَالَ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ وَخَالَتُهَا وَلَا الْمَرْأَةُ وَعَمَّتُهَا

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Hasan[1] telah menceritakan kepada kami Syaiban[2] dari Yahya[3] telah menceritakan kepadaku Abu Salamah[4] bahwa ia mendengar Abu Hurairah[5] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang wanita tidak boleh dimadu dengan bibinya, baik dari jalur ayah maupun ibu."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Al Hasan bin Musa, Al Baghdadi, Abu 'Ali, Al Asyyab, Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 209 H, hidup di Jazirah, wafat di Rayi.
  2. [2] Syaiban bin 'Abdur Rahman, Al Bashriy, Abu Mu'awiyah, An Nahwaa Al Mu'addib, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 164 H, hidup di Kufah, wafat di Baghdad.
  3. [3] Yahya bin Abi Katsir Shalih bin Al Mutawakkil, Ath Tha'iy Al Bashriy, Abu Nashr, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 132 H, hidup di Yamamah.
  4. [4] Abdullah bin 'Abdur Rahman bin 'Auf, Az Zuhriy, Abu Salamah, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 94 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  5. [5] Abdur Rahman bin Shakhr, Ad Dawsiy Al Yamaniy, Abu Hurairah, Shahabat, wafat tahun 57 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.