Skip to main content

Masukkan nomor hadits dari 1 sampai 26363

حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعَ الشَّيْطَانُ الْمُنَادِيَ يُنَادِي بِالصَّلَاةِ وَلَّى وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ الصَّوْتَ فَإِذَا فَرَغَ رَجَعَ فَوَسْوَسَ فَإِذَا أَخَذَ فِي الْإِقَامَةِ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ

Terjemahan/Arti Hadits:

Telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah bin 'Amru[1] telah menceritakan kepada kami Za`idah[2] berkata; telah menceritakan kepada kami Sulaiman Al A'masy[3] dari Abu Shalih[4] dari Abu Hurairah[5] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Jika setan mendengar seorang mu`addzin mengumandangkan adzan untuk shalat ia berlari terkentut-kentut hingga ia tidak mendengar suaranya, dan jika telah selesai ia kembali untuk menggoda, lalu jika mu`addzin mengumandangkan iqamah ia kembali berlari seperti ketika ia mendengar adzan."

Sanad Hadits | Catatan Kaki:

  1. 1] Mu'awiyah bin 'Amru bin Al Mahlab, Al Ma'aniy Al Azdiy, Abu 'Amru, Ibnu Al Kirmaniy, Tabi'ut Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 214 H, hidup di Kufah, wafat di Baghdad.
  2. [2] Za'idah bin Qudamah, Ats Tsaqafi, Abu Ash Shalti, Tabi'ut Tabi'in kalangan tua, wafat tahun 161 H, hidup di Kufah, wafat di Ardlurum.
  3. [3] Sulaiman bin Mihran, Al Asadiy Al Kahiliy, Abu Muhammad, Al A'masy, Tabi'in kalangan biasa, wafat tahun 147 H, hidup di Kufah.
  4. [4] Dzakwan, Abu Shalih, Tabi'in kalangan pertengahan, wafat tahun 101 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.
  5. [5] Abdur Rahman bin Shakhr, Ad Dawsiy Al Yamaniy, Abu Hurairah, Shahabat, wafat tahun 57 H, hidup di Madinah, wafat di Madinah.